Senin, 03 Desember 2012

0 Bentuk Dari Rangkaian Resistor


Rangkaian Resistor

Rangkaian Resistor

Beban resistor yang terhubung dengan sumber tegangan bolak-balik, maka tegangan pada ujung-ujung resistor dapat dinyatakan dengan rumus:

V = Vm . sin ωt.  

Dengan mengabaikan GGL induksi yang timbul pada resistor, besarnya arus listrik yang mengalir melalui resistor dapat ditentukan dengan hukum ohm persamaan:

i = V / R

i = (Vm sinω t)/R    

Dengan mengganti besaran Vm/R = im (arus maksimum), maka persamaan dapat dituliskan:

i = im . sin ωt.

Dalam persamaan yang terakhir diatas, tampak bahwa kuat arus listrik yang mengalir melalui resistor juga merupakan fungsi sinusiodal. Jadi arus listrik ini juga merupakan arus bolak-balik.
Gambar dibawah ini diperlihatkan grafik yang melukiskan tegangan bolak-balik dan kuat arus listrik bolak-balik dalam suatu sistem koordinat yang sama.

V dan I untuk rangkaian resistor

V dan I untuk rangkaian resistor

Dari grafik diatas tampak bahwa V dan I mencapai nilai maksimum, nol dan minimum pada saat yang ber samaan. Pada keadaan demikian, dikatakan bahwa V dan i mempunyai fase yang sama (sefase).
Cara lain untuk memperlihatkan hubungan antara V dan i dapat dilakukan dengan melukiskan dengan diagram phasor, seperti yang diperlihatkan dalam gambar berikut.

Diagram phasor hubungan V dan i rangkaian resistor

Diagram phasor hubungan V dan i rangkaian resistor

keyword : Rangkaian Resistor Paralel, Resistor Seri dan Paralel, Dioda Resistor
Pada penggambaran dengan phasor mempunyai ketentuan sebagai berikut.

(1). Panjang phasor menyatakan  nilai-nilai maksimum dari tegangan dan arus bolak-balik, yakni Vm dan im.

Proyeksi phasor terhadap sumbu vertikal (sumbu Y) menyatakan nilai-nilai sesaat dari tegangan dan arus bolak-balik, yaitu :

V = Vm . sin ωt dan i = im . sin ωt.


Sumber : elektronikaindustri.com
Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

0 Comments

Bagaimana Pendapat Anda ?

Unduh Adobe Flash player