Jumat, 09 November 2012

0 Cerpen, Si kaya yang Miskin


Harta,kekayaan dan uang bukanlah tujuan kita untuk hidup didunia,harta dan sejenisnya hanya merupakan alat dan media kita untuk menjalani kehidupan ini,bila seseorang sudah dibutakan oleh harta maka secara tidak langsung dia sendiri juga yang telah mebutakan hati dan nuraninya sehingga unsur kepekaan dalam hidup seperti saling menolong dan memghargai antar sesama sudah terkubur dalam-dalam hati nurani mereka.

Berikut ini ada suatu kisah yang mungkin bisa kita ambil hikmahnya antara seorang bapak dan anak,dimana mereka keluarga yang kaya,tapi memiliki anak yang sangatlah bijak dalamkepemilikan harta mereka



suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.
‘ Bagaimana perjalanan kali ini?’
‘ Wah, sangat luar biasa Ayah’
‘ Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin’ kata ayahnya.
‘ Oh iya’ kata anaknya
‘ Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?’ tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab.
‘ saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.
Kita memiliki patio sampai ke! halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.’
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan ‘ Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.’

Dari cerita diatas patutlah kita ambil kesimpulan bahwa harta hanya titipan,setiap apa yang telah diberikan dari GUSTI ALLAH INGKANG MAHA AGUNG merupkan karunia yang tiada tara dan ALLAH SWT lebih tahu mana yang terbaik bagi makhluk ciptaan NYA,sehingga hendaknya kita tidak selalu melihat hal-hal yang berbau lebih karena segala sesuatu termasuk HARTA,KEKAYAAN bahkan NYAWA yang kita miliki ini hanyalah TITIPAN...........
Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

0 Comments

Bagaimana Pendapat Anda ?

Unduh Adobe Flash player