Minggu, 07 Oktober 2012

0 Pajak Di AS Jadi Sumber Dana Riset





Sample ImageRiset di negara maju dan berkembang bukan hanya karena dukungan dari pemerintah dengan anggarannya. Menciptakan kultur yang menyukai riset sains sejak dini juga menentukan berkembangnya sains untuk masa depan. Ketika ilmuwan di Indonesia sempat mengeluhkan mekanisme dana penelitian, pemerintah AS punya langkah mengembangkan riset.

"Pemerintah kami terbuka dengan ide-ide riset, terutama ide dari kaum muda. Kami tidak melihat senioritas di sini. Pemerintah juga memberikan dukungan sumber daya ke kami," ujar Bruce Albert selaku Profesor Departemen Biokimia dan Biofisika Universitas California, San Francisco, Amerika Serikat usai diskusi bertajuk "Science for a Better Future" di @Amerika, Pasific Place, Senin 9 Juli 2012.
Albert mengatakan sebagian besar orang bersaing dalam sistem terbuka untuk menawarkan idenya. Rencana dan sumber daya yang ada juga diperjuangkan untuk mengembangkan sains.

Bruce menambahkan di Amerika Serikat, pemerintah menginvestasikan sebagian dana pajak untuk pengembangan ilmu pengetahuan. 

Menanggapi terbatasnya anggaran riset sains di Indonesia, Bruce menandaskan bahwa sains penting untuk masa depan. Dia berharap anggaran dana riset di Indonesia dapat ditambah.

"Saya pikir prinsipnya, Indonesia butuh menjalankan mekanisme yang bertujuan riset. Ini dapat membantu anggaran sains," ujarnya.
Bruce berpikir Indonesia bisa mengupayakan penambahan dana dari Bank Dunia. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan sains yang dapat mengembangkan perekonomian Indonesia.
"Saya berharap Bank Dunia bisa membantu pemerintah meningkatkan perekonomian Indonesia. Semoga suatu saat anggaran dana Indonesia dapat meningkat dua kali lipat, karena anggaran riset di sini kecil," katanya.

Soal membangun kultur yang gemar pada sains, Direktur National Cancer Institute AS, Harold Varmus, membagi ceritanya. Di AS, kultur sains dibangun sejak dini dalam pendidikan di sekolah.

"Saat liburan musim panas, siswa mencoba dan melibatkan diri dalam eksperimen laboratorium. Mereka mendapatkan pengalaman sendiri untuk mencari sebuah jawaban. Sains merupakan kerja sosial yang melibatkan kerja sama dengan pihak lain," ujarnya.


Sumber :  http://teknologi.news.viva.co.id/
Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

0 Comments

Bagaimana Pendapat Anda ?

Unduh Adobe Flash player