Sabtu, 27 Oktober 2012

0 Awal Sejarah Pendidikan Guru di Indonesia


Pendidikan dalam bentuk persekolahan model Eropa mulai didirikan di Indonesia sejak masa awal datangnya banga Eropa di Nusantara. Pada tahun 1522, bangsa Portugis datang di Ternate, lalu menduduki pulau-pulau lain kawasan itu. Pada tahun 1539, Portugis mendirikan sekolah pertama di Ambon. Kemudian melalui Nederlands Zendelingen Genootschap (NZG), sebuah misi Gereja, VOC mendirikan sekolah pertama, juga di Ambon.

Sekolah guru yang pertama didirikan di Hindia Belanda juga terletak di Ambon dengan nama Kweekschool (KS) pada tgahun 1834. Sekolah ini berstatus swasta, didirikan oleh misi geraja yang tergabung dalam NZG. Sekolah yang sama didirikan di Minahasa pada tahun 1852, juga oleh NZG. Pemerintah Hindia belanda sendiri baru mendirikan Hollands-Inlandsche Kweekschhool (HIK) milik pemerintah di Surakarta. Setelah itu, berturut-turut sekolah serupa didirikan di Bukittinggi (Fort de Kock) tahun 1856, di Tanah Batu Tapanuli (1864-1874), di Tondano (1873-1893), di Makassar (1876-1895), dan di Padangsidempuan (1879-1891). Lulusan sekolah-sekolah ini disiapkan unatuk mengajr di HIS. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan guru pada sekolah-sekolah Belanda didirikan Europeese Kweekschool (EKS) dan untuk sekolah-sekolah Cina dibuka Hollands-Chineese Kweekschool.

Pendirian sekolah-sekolah guru bagi kalangan pribumi lebih tepat bila dilihat dari konteks pendirian sekolah-sekolah rakyat (SR/VS) bagi anak-anak pribumi yang baru dimulai pada tahun 1848, kemudian makin meningkat setelah tahun 1860-an.

Lambatnya pendirian sekolah-sekolah guru tampaknya menunjukkan “sikap hati-hati” dan sekaligus “sikap setengah hati” pemerintah Hindia Belanda dalam mengembangkan pendidikan di tanah jajahannya. Sikap hati-hati berlaku bagi sekolah-sekolah Eropa, sedangkan sikap setengah hati berlaku untuk sekolah-sekolah yang ditujukan bagi golongan pribumi.


Sumber:
Supriadi, Dedi. 2003. Guru di Indonesia: Pendidikan, Pelatihan dan Perjuangannya Sejak Zaman Kolonial Hingga Era Reformasi. Jakarta: Depdiknas.
Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

0 Comments

Bagaimana Pendapat Anda ?

Unduh Adobe Flash player