Jumat, 03 Agustus 2012

0 Apakah Arti dari Kata Darah dalam kristen



Vincent Taylor, sarjana Methodis Inggris, menjelaskan bahwa darah Kristus hampir tiga kali lebih sering disebutkan dalam Perjanjian Baru dibandingkan dengan salib Kristus, dan lima kali lebih sering dibandingkan dengan kematian Kristus.s Pada abad ini, sebuah pandangan populer yang memandang darah Kristus bukan merujuk kepada kematian-Nya, tetapi kepada hidup-Nya yang dibebaskan melalui kematian, dan karena itu, bebas digunakan untuk tujuan-tujuan yang baru dan disediakan untuk dimiliki manusia, terutama, menurut sebagian orang, dalam Ekaristi." Pandangan ini telah dihubungkan dengan sarjana-sarjana Perjanjian Baru Inggris seperti Vincent Taylor, C. H. Dodd, dan B. F. Westcott. Pada tahun 1950-an, sarjana-sarjana Injili seperti Leon Morris dan Alan Stibbs menentang pandangan ini dan menunjukkan bahwa pandangan lama lebih memiliki pengertian yang benar atas penggunaan kata darah dalam Alkitab.

Setelah meneliti dengan saksama penggunaan kata darah dalam Alkitab, Alan Stibbs menyimpulkan bahwa "darah merupakan sebuah tanda yang kasatmata dari kehidupan yang diahhiri secara kejam; darah merupakan tanda hidup, entah dalam pengertian diserahkan atau diambil dalam kematian." Stibbs berkata bahwa "pengertian hidup diserahkan ke atau diambil dari dalam dunia ini adalah ekstrem, mencakup arti hadiah atau harga dan kejahatan atau hukuman. Manusia tidak mengenal makna yang lebih besar daripada itu." Ringkasan Stibbs mengenai pentingnya arti darah begitu baik sehingga saya akan mengutipnya lebih banyak.

Pemberian atau pelayanan terbesar yang bisa diberikan seseorang adalah memberikan darah atau hidupnya. "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih searang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" [Yohanes. 15:13].

Kejahatan terbesar di bumi adalah mengambil hidup atau darah, artinya, membunuh.

Hukuman atau kehilangan terbesar adalah tercurahnya darah atau diambilnya hidup seseorang. "Sebab upah dosa ialah maut" [Roma 6:23].

Satu-satunya ekspiasi atau pendamaian yang mungkin adalah nyawa ganti nyawa dan darah ganti darah. Ekspiasi ini tidak bisa diberikan manusia [lihat Mazmur 49:8-9; Markus 8:36-37]. Bukan hanya karena hidupnya telah terhilang karena berdasa, tetapi juga karena seluruh kehidupan adalah milik Allah. Sehingga tidak ada "darah" yang bisa manusia berikan. Karunia yang niscaya namun tidak bisa manusia dapatkan dengan cara lain apa pun ini telah Allah berikan."
Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

0 Comments

Bagaimana Pendapat Anda ?

Unduh Adobe Flash player